In Your Eyes

Laskar Pelangi the Movie

September 27, 2008 · 8 Comments

Setelah sekian lama tidak eksis di blog wordpress, disebabkan butuh sedikit waktu beradaptasi di lingkungan baru, akhirnya pada saat ini saya kembali menulis untuk kembali menunjukkan eksistensi :) Sebelum menulis postingan kali ini, saya memeriksa statistik blog, ternyata total views sudah melewati 10k. Selamat buat blog ini, dan tidak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada para pengunjung setia blog In Your Eyes @ matami.wordpress.com.

Pada tulisan kali ini, saya akan sedikit mengupas film yang baru saja dirilis, Laskar Pelangi, berdasarkan novel populer Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

Film ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah di sebuah Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah di pulau Belitong yang penuh dengan keterbatasan. Kesepuluh anak tersebut adalah:

  1. Ikal
  2. Lintang
  3. Sahara
  4. Mahar, si boy
  5. A Kiong
  6. Syahdan
  7. Kucai
  8. Borek, the new Samson
  9. Trapani
  10. Harun

Meskipun mereka belajar di sekolah dengan banyak keterbatasan, setiap anak mempunyai kelebihan masing-masing. Contohnya Lintang dengan otaknya yang jenius, Ikal sang penulis, Mahar sang maestro musik, dengan ide-ide kreatifnya, dan bahkan Harun, anak yang mempunyai keterbelakangan mental adalah penyelamat tetap eksisnya SD Muhammadiyah tempat mereka bersekolah.

Bagi yang sudah membaca novelnya pasti tahu dengan pasti kisah-kisah yang mereka lalui. Tidak berbeda jauh dengan novel Laskar Pelangi, versi filmnya memvisualisasikan novel tersebut, dengan berbagai penyesuain tentunya.

Dimulai dari hari pertama masuk sekolah, bu Muslimah (guru di SD Muhammadiyah) sempat kuatir karena murid yang datang mendaftar baru berjumlah 9 orang. Padahal pengawas pendidikan mensyaratkan jumlah murid paling tidak 10 orang, jika tidak maka sekolah tersebut akan ditutup. Datang sebagai penyelamat adalah Harun, yang datang mendaftar ke sekolah disaat-saat terakhir.

Perjuangan Lintang ke sekolah, melewati jalan panjang melewati sebuah jalan dengan penunggu setia, seekor buaya. Namun Lintang tidak pernah menyerah, bahkan dia membuktikannya dengan membawa SD Muhammadiyah juara cerdas cermat bersama Ikal dan Mahar.

Terdapat juga kisah seseorang yang begitu bersemangat membeli kapur ke kota, karena ingin bertemu dengan putri pujaannya. Siapa lagi kalau bukan Ikal, yang cintanya kandas karena putri pujaannya hijrah ke daerah lain. Tapi usahanya patut diacungi jempol, mulai dari tulisan yang berisi puisi-puisi indah, bahkan sampai meniru gaya raja dangdut (?) bung Rhoma Irama.

Mahar tidak mau kalah, dia membuat sebuah konsep seni yang membuat SD Muhammadiyah juara pada perayaan 17-an. Piala pertama bagi SD Muhammadiyah, yang ditempatkan di sebuah lemari baru, begitu kontras dengan bangunan SD Muhammadiyah yang hampir rubuh. Tidak bosan-bosan bu Muslimah dan murid-muridnya memandangi piala tersebut.

Dan kisah-kisah lainnya. Silahkan menontonnya, agar anda dapat merasakan bagaimana susahnya mendapatkan pendidikan di negara tercinta ini :)

Categories: Current Affairs

8 responses so far ↓

Leave a Comment