In Your Eyes

Piala Thomas dan Uber di Trans TV dan Trans7

May 12, 2008 · 13 Comments

Kepada seluruh masyarakat Indonesia, ayo berikan dukungan buat tim piala Thomas dan Uber Indonesia. Dengan bangga, Trans TV dan Trans7 menyiarkan secara eksklusif pertandingan perebutan piala Thomas dan Uber kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Begitulah kira-kira ’sesumbar’ dari salah satu pembawa acara di Trans TV dan Trans 7. Saya lupa nama pembawa acaranya, tapi saya masih ingat dengan jelas ’sesumbar’ tersebut. Sejak dari bulan lalu, dimulai dengan seringnya iklan tentang piala Thomas dan Uber ditayangkan di kedua stasiun TV dengan semboyan ‘Milik Kita Bersama’ tersebut, saya sudah tidak sabar ingin menonton dan memberikan dukungan kepada tim Indonesia.

Namun apa daya, pada hari pertama kemarin (Minggu, 11 Mei 2008), saya benar-benar kecewa. Bukan pertandingan bulu tangkis yang saya lihat di TV di rumah, melainkan hanya layar hitam alias ‘blank’. Ternyata kebiasaan Trans 7 melakukan ‘pengacakan’ (scrambling) siaran ‘Liga Italia’ untuk siaran lewat jalur satelit, berlanjut untuk pertandingan piala Thomas dan Uber 2008.

Padahal menurut saya, sebagian besar masyarakat Indonesia tinggal di pedesaan, dan hanya mengandalkan antena parabola untuk mendapatkan siaran televisi gratis selain TVRI. Saya tidak tahu dengan pasti alasan Trans dkk sampai ‘tega’ melakukan ‘pengacakan’ siaran untuk jalur satelit. Menurut saya, ada 3 poin yang kira-kira merupakan alasan Trans dkk melakukan tindakan tersebut. Ketiga poin itu adalah:

  1. Ada kesepakatan dengan pemberi hak siar untuk melakukan ‘pengacakan’ untuk menghindari adanya pambajakan siaran oleh stasiun TV lain di luar Indonesia (lihat Telkom 1 coverage).
  2. Mungkin harus berlangganan TV berbayar dulu baru bisa menyaksikannya. Saya belum pasti dengan poin kedua ini, hanya sekedar asumsi.
  3. Hanya masyarakat yang tinggal di kota saja (siaran lewat jalur terrestrial) yang bisa menikmati siaran (piala Thomas dan Uber) tersebut. Poin yang ketiga ini muncul hanya karena luapan emosi sesaat saja.

Tren ‘pengacakan’ siaran TV lewat satelit sepertinya makin marak di Indonesia. Lihat saja bagaimana ‘pengacakan’ siaran sekelas ‘liga Belanda’ dan pertandingan ‘tim-tim papan bawah’ liga inggris tetap saja dilakukan TVOne. Disaat sebagian besar stasiun-stasiun TV di Indonesia disemarakkan dengan sinetron-sinetron ‘tidak bermutu’, stasiun-stasiun TV lainnya berlomba-lomba melakukan ‘pengacakan’. Mungkin hanya ’sinetron-sinetron’ tidak bermutu tersebut yang ‘layak’ bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di pedesaan (kembali luapan emosi sesaat).

Walaupun demikian, saya tetap memberikan dukungan kepada tim Indonesia, mudah-mudahan bisa merebut kembali piala Thomas dan Uber.

Update: Tayangan Piala Thomas dan Uber di Trans TV dan Trans7 tidak diacak lagi. Thanks to Trans dkk.

Categories: Current Affairs

13 responses so far ↓

Leave a Comment